Perbedaan Sanadryl DMP dan Sanadryl Expectorant

Perbedaan Sandryl DMP dan Sanadryl Expectorant. Mulai dari kandungan bahan aktif, jenis batuk yang ditangani, komposisi tambahan, tujuan terapi dan harga

Lebih bagus Sanadryl DMP atau Expectorant

Agar tidak makin bingung, mari kita bahas perbedaan Sanadryl DMP Sirup dan Sanadryl Expectorant Sirup. Mulai dari kandungan, peruntukan jenis batuk dan tujuan terapi.

Kedua produk ini merupakan solusi yang ditawarkan oleh Sanbe Farma untuk mengatasi keluhan batuk dan gejala terkait, namun dirancang untuk jenis batuk yang berbeda dan memiliki komposisi bahan aktif yang spesifik.

Pemahaman mendalam mengenai perbedaan ini akan membantu Anda memilih produk yang paling tepat untuk meredakan batuk Anda.

Sanadryl DMP Sirup, yang tersedia dalam kemasan 60 ml, diformulasikan khusus untuk meredakan batuk kering yang mengganggu.

Keunikan produk ini terletak pada kombinasi bahan aktifnya yang tidak hanya menekan refleks batuk tetapi juga membantu meredakan gejala alergi dan flu yang sering menyertai batuk jenis ini.

Sementara itu, Sanadryl Expectorant Sirup, hadir dalam kemasan 120 ml, ditujukan untuk mereka yang mengalami batuk berdahak atau batuk produktif.

Keunggulan Sanadryl Expectorant terletak pada kemampuannya untuk membantu mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah dikeluarkan dari saluran pernapasan.

Keduanya diproduksi oleh Sanbe Farma, sebuah perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia yang telah dikenal dengan berbagai produk kesehatannya.

Beda Sanadryl DMP vs Sanadryl Expectorant

1. Kandungan Bahan Aktif

Perbedaan paling mencolok antara Sanadryl DMP dan Sanadryl Expectorant terletak pada   kandungan bahan aktif   utamanya.

Sanadryl DMP Sirup memiliki komposisi yang dirancang untuk menekan refleks batuk, menjadikannya pilihan utama untuk batuk kering.

Bahan aktif utamanya adalah Dextromethorphan HBr (10 mg per 5 ml), yang bekerja sebagai penekan batuk sentral.

Selain itu, Sanadryl DMP juga mengandung Diphenhydramine HCl (12.5 mg per 5 ml), sebuah antihistamin yang membantu meredakan gejala alergi seperti gatal pada tenggorokan dan hidung tersumbat yang sering menyertai batuk kering.

Sebaliknya, Sanadryl Expectorant Sirup mengutamakan formula untuk mengatasi batuk berdahak.

Bahan aktif utamanya bukan Dextromethorphan, melainkan kombinasi yang lebih berfokus pada pengenceran dahak.

Dalam Sanadryl Expectorant, kita menemukan Diphenhydramine HCl (12.5 mg per 5 ml) – sama seperti pada DMP, yang lagi-lagi berfungsi untuk meredakan gejala alergi yang mungkin memicu batuk berdahak.

Namun, komponen kunci yang membedakannya adalah K-guaiacolsulfonate (30 mg per 5 ml).

Bahan ekspektoran ini bekerja dengan cara mengencerkan lendir di saluran pernapasan, sehingga dahak menjadi lebih encer dan mudah untuk dikeluarkan saat batuk.

Cek postingan: Perbedaan Vegelblend 21 Junior dan Fruit 18 Junior

2. Jenis Batuk yang ditangani

Berdasarkan perbedaan kandungannya, jelas bahwa kedua produk ini menargetkan   jenis batuk yang berbeda  .

Sanadryl DMP Sirup secara spesifik direkomendasikan untuk meredakan batuk kering.

Batuk kering biasanya tidak menghasilkan dahak dan seringkali disebabkan oleh iritasi pada saluran napas, alergi, atau sebagai gejala awal penyakit pernapasan.

Kehadiran Dextromethorphan dalam Sanadryl DMP membantu menenangkan pusat batuk di otak, mengurangi frekuensi dan intensitas batuk yang kering dan mengiritasi.

Sementara itu, Sanadryl Expectorant Sirup adalah solusi yang tepat untuk batuk berdahak atau batuk produktif. Batuk jenis ini ditandai dengan produksi dahak atau lendir yang kental di saluran pernapasan.

K-guaiacolsulfonate dalam Sanadryl Expectorant bekerja untuk memecah ikatan dalam dahak, membuatnya lebih cair dan mudah dikeluarkan.

Menggunakan Sanadryl Expectorant untuk batuk kering justru tidak disarankan karena dapat mengurangi efektivitasnya dan berpotensi menekan batuk yang seharusnya membantu membersihkan saluran napas.

3. Komposisi Tambahan

Selain bahan aktif utama, kedua produk ini juga memiliki beberapa   komposisi tambahan   yang berkontribusi pada efektivitasnya, namun dengan peran yang sedikit berbeda.

Baik Sanadryl DMP maupun Sanadryl Expectorant sama-sama mengandung Ammonium Cl (Ammonium Chloride) dan Sodium Citrate (Na Citrate), masing-masing 100 mg dan 50 mg per 5 ml.

Senyawa ini umumnya berfungsi sebagai agen ekspektoran ringan atau mukolitik, yang membantu dalam pengenceran dahak.

Keberadaan mereka di kedua formula menunjukkan bahwa kedua produk ini memiliki sedikit kemampuan untuk membantu pengeluaran dahak, namun fokus utamanya tetap berbeda.

Perbedaan tambahan yang signifikan adalah ketiadaan Dextromethorphan HBr dalam Sanadryl Expectorant, sementara bahan ini menjadi komponen utama dalam Sanadryl DMP.

Sebaliknya, Sanadryl Expectorant memiliki K-guaiacolsulfonate yang tidak ada dalam Sanadryl DMP.

Keduanya juga mengandung Menthol (1 mg per 5 ml), yang memberikan efek menyegarkan dan sedikit melegakan tenggorokan yang teriritasi.

4. Tujuan Terapi

Merujuk pada perbedaan kandungan dan jenis batuk yang ditangani,   tujuan utama terapi   dari kedua sirup ini menjadi jelas.

Tujuan utama Sanadryl DMP Sirup adalah sebagai antitusif, yaitu untuk menekan atau meredakan refleks batuk yang tidak produktif.

Ini sangat berguna ketika batuk kering menyebabkan gangguan tidur, rasa sakit, atau ketidaknyamanan yang signifikan. Dengan menekan batuk yang tidak perlu, obat batuk ini membantu tubuh beristirahat dan pulih.

Sementara itu, tujuan utama Sanadryl Expectorant Sirup adalah sebagai ekspektoran. Fokusnya adalah membantu mengeluarkan dahak dari saluran pernapasan.

Ini penting karena dahak yang kental dapat menyumbat saluran napas dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, yang berpotensi menyebabkan infeksi lebih lanjut.

Dengan memfasilitasi pengeluaran dahak, Sanadryl Expectorant membantu membersihkan saluran pernapasan dan meringankan gejala batuk berdahak yang berat.

5. Harga dan Volume

Perbedaan lain yang dapat menjadi pertimbangan praktis adalah   harga dan volume kemasan  . Sanadryl DMP Sirup dikemas dalam volume 60 ml dengan harga Rp20.900 per botol.

Ukuran ini lebih kecil, mencerminkan penggunaannya yang spesifik untuk meredakan batuk kering yang mungkin tidak memerlukan pengobatan jangka panjang.

Di sisi lain, Sanadryl Expectorant Sirup hadir dalam kemasan yang lebih besar, yaitu 120 ml, dan dibanderol dengan harga Rp24.700 per botol.

Volume yang lebih besar ini mungkin mencerminkan durasi pengobatan yang umumnya lebih lama untuk batuk berdahak, atau sekadar strategi penetapan harga dari produsen.

Meskipun harganya tampak lebih tinggi, perbandingan harga per ml bisa jadi tidak terlalu jauh berbeda, dan volume yang lebih besar mungkin menawarkan nilai yang lebih baik bagi konsumen yang membutuhkan pengobatan lebih lama.

Kesimpulan 

Memahami perbedaan antara Sanadryl DMP dan Sanadryl Expectorant sangat krusial untuk memilih terapi batuk yang tepat. Sanadryl DMP adalah sahabat Anda saat menghadapi batuk kering yang mengganggu, berkat kandungan Dextromethorphan HBr yang menekan refleks batuk.

Sementara itu, Sanadryl Expectorant adalah pilihan yang lebih baik ketika batuk Anda disertai dahak kental, karena K-guaiacolsulfonate bekerja efektif untuk mengencerkannya.

Keduanya memiliki Diphenhydramine HCl untuk meredakan gejala alergi, serta Ammonium Chloride dan Sodium Citrate yang mendukung pelepasan dahak.

Pilihan antara keduanya bergantung sepenuhnya pada karakteristik batuk yang Anda alami.