Perbedaan Betason n dan Benozon N, bagus mana

Perbedaan Betason n dan Benozon N, bagus mana, Mulai dari produsen/Manufaktur, Harga obat, izin BPOM, kemasan hingga tampilan

Bagus Betason N atau Benoson N

Kali ini kita akan menguraikan perbedaan Betason N  dan Benoson N. Mulai dari Manufaktur, izin BPOM, harga, kemasan hingga tampilan.

Artikel ini akan menyajikan perbandingan mendalam, menyoroti setiap aspek yang membedakan kedua produk ini, sambil tetap menjaga kejelasan dan kemudahan pemahaman.

Kedua krim, Betason-N dan Benoson N, adalah solusi topikal yang dirancang untuk mengatasi berbagai kondisi kulit yang mengalami peradangan dan infeksi bakteri sekunder.

Manfaat utama dari kedua produk ini terletak pada kombinasi aksi ganda dari kandungan aktifnya: Betamethasone valerate sebagai kortikosteroid poten dan Neomycin sulfate sebagai antibiotik spektrum luas.

Betamethasone valerate bekerja dengan menekan respons inflamasi tubuh, meredakan gejala seperti kemerahan, bengkak, dan gatal yang sering menyertai kondisi kulit tertentu.

Sementara itu, Neomycin sulfate efektif melawan berbagai jenis bakteri yang mungkin menginfeksi kulit yang meradang, mencegah atau mengobati infeksi sekunder yang dapat memperburuk kondisi.

Kombinasi ini menjadikan kedua krim sebagai pilihan pengobatan yang efektif untuk kondisi kulit inflamatori yang disertai infeksi bakteri, membantu mempercepat penyembuhan dan memulihkan kesehatan kulit.

Lalu apa saja beda kedua obat kulit ini, mari kita ungkap.

Beda Betason-N Cream vs Benoson N Cream

Meskipun Betason-N Cream dan Benoson N Cream memiliki kesamaan dalam deskripsi, bahan aktif, indikasi, dosis, dan peringatan umum, terdapat beberapa perbedaan kunci yang perlu diperhatikan.

Perbedaan ini tidak hanya terletak pada identitas produsen dan detail registrasi, tetapi juga pada aspek lain yang dapat memengaruhi pilihan konsumen.

1. Produsen/Manufaktur

Perbedaan pertama dan paling mendasar antara Betason-N Cream dan Benoson N Cream terletak pada perusahaan manufakturnya.

Betason-N Cream diproduksi oleh Kimia Farma, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang telah lama dikenal sebagai salah satu perusahaan farmasi terbesar dan tertua di Indonesia.

Keberadaan Kimia Farma sebagai produsen memberikan jaminan kualitas dan kepercayaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun melalui berbagai produk farmasi yang mereka hasilkan.

Di sisi lain, Benoson N Cream diproduksi oleh Bernofarm.

Bernofarm adalah perusahaan farmasi swasta yang juga beroperasi di Indonesia dan memiliki rekam jejak dalam pengembangan serta produksi obat-obatan.

Meskipun keduanya adalah produsen farmasi yang bereputasi, perbedaan asal perusahaan ini dapat memberikan persepsi yang berbeda di mata konsumen, tergantung pada preferensi atau pengalaman pribadi mereka dengan merek-merek yang dihasilkan oleh masing-masing perusahaan.

2. Harga

Aspek lain yang membedakan kedua krim ini adalah harganya. Berdasarkan informasi yang Anda berikan, Betason-N Cream dibanderol dengan harga Rp21.800 per tube (5g).

Sementara itu, Benoson N Cream memiliki harga yang sedikit lebih tinggi, yaitu Rp24.800 per tube (5g).

Perbedaan harga ini, meskipun tidak terlalu signifikan, dapat menjadi faktor pertimbangan bagi konsumen, terutama bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas atau membutuhkan penggunaan rutin dalam jangka waktu tertentu.

Perbedaan harga ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk biaya produksi, strategi pemasaran masing-masing perusahaan, serta margin keuntungan yang ditetapkan.

3. Registrasi BPOM

Setiap produk obat yang beredar di Indonesia wajib memiliki nomor registrasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Nomor registrasi ini memastikan bahwa produk tersebut telah melewati serangkaian evaluasi keamanan, mutu, dan khasiat.

Betason-N Cream memiliki nomor registrasi DKL1412702329A1. Angka dan huruf dalam nomor registrasi ini adalah identifikasi unik yang diberikan oleh BPOM untuk produk tersebut.

Sementara itu, Benoson N Cream terdaftar dengan nomor BPOM DKL7202341229A1.

Meskipun kedua nomor registrasi tersebut menunjukkan bahwa kedua produk telah mendapatkan izin edar dari BPOM, perbedaan pada nomor registrasi menegaskan bahwa keduanya adalah produk yang berbeda secara administratif.

Hal ini penting untuk diperhatikan, terutama bagi tenaga medis atau apoteker dalam memastikan ketepatan peresepan dan distribusi obat.

4. Kemasan dan Tampilan (Implied)

Meskipun informasi detail mengenai desain kemasan spesifik tidak disertakan, kita dapat menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan dalam kemasan antara Betason-N Cream dan Benoson N Cream.

Setiap produsen memiliki standar desain kemasan tersendiri yang mencakup logo perusahaan, nama produk, informasi bahan aktif, dosis, tanggal kedaluwarsa, dan nomor registrasi BPOM.

 Perbedaan produsen secara inheren akan menghasilkan perbedaan dalam tampilan kemasan, baik dari segi warna, tata letak teks, maupun elemen desain grafis lainnya.

Konsumen dapat mengidentifikasi mana yang Betason-N dan mana yang Benoson N hanya dari melihat kemasannya.

Perbedaan visual pada kemasan ini tidak hanya berfungsi sebagai pembeda produk, tetapi juga sebagai bagian dari identitas merek masing-masing perusahaan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Betason-N Cream dan Benoson N Cream berfungsi serupa dalam mengobati kondisi kulit inflamatori yang terinfeksi bakteri sekunder.

Namun, jika kita menelisik lebih dalam, terdapat perbedaan-perbedaan spesifik yang membedakan keduanya.

Betason-N Cream berasal dari Kimia Farma, dijual dengan harga Rp21.800, dan terdaftar di BPOM dengan nomor DKL1412702329A1.

Sementara itu, Benoson N Cream diproduksi oleh Bernofarm, memiliki harga Rp24.800, dan terdaftar dengan nomor BPOM DKL7202341229A1.

Perbedaan produsen, harga, serta nomor registrasi BPOM ini memberikan identitas yang unik pada masing-masing produk.

Pemahaman terhadap perbedaan ini membantu konsumen dan tenaga medis dalam membuat pilihan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan preferensi.”